Sumbu Kaja · Kelod
Kaja mengarahkan bagian utama bangunan ke arah gunung suci dan kelod ke arah laut. Posisinya terhadap jarum kompas mengikuti topografi pulau setempat.
Di Bali, arah tidak ditentukan oleh jarum kompas semata, melainkan oleh letak gunung dan laut, peredaran matahari, serta ukuran tubuh manusia yang menghuninya.
Pelajari kosmologi sembilan zona Sanga Mandala, denah 2D pekarangan Bali Madya, dan peta relief Pulau Bali untuk melihat mengapa arah Kaja berbalik antara Bali Utara dan Selatan.
Buka Tata Ruang & Peta ↗Simulasikan panjang Hasta pribadimu secara interaktif dan lihat bagaimana garis dimensi merentang secara proporsional pada gambar tampak 2D Bale tradisional Bali.
Buka Laboratorium Ukuran ↗Pelajari konsep Tri Angga (analogi kepala, badan, kaki pada bangunan), enam modul arsitektur Bali, kuis pemahaman interaktif, serta rujukan resmi.
Buka Materi & Pakem ↗Pertemuan sumbu gunung–laut dan matahari terbit–terbenam membentuk sembilan posisi orientasi dalam Sanga Mandala. [B-01] [B-03]
Kaja mengarahkan bagian utama bangunan ke arah gunung suci dan kelod ke arah laut. Posisinya terhadap jarum kompas mengikuti topografi pulau setempat.
Kangin merujuk pada arah timur tempat matahari terbit dan kauh merujuk pada arah barat. Sumbu ini bersifat konsisten terhadap peredaran matahari.
Ukuran bangunan tidak berangkat dari meteran pabrik, melainkan mengikuti ukuran tubuh penghuninya sendiri agar ruang yang dihuni selaras secara fisik dan psikologis.
Hasta memilih skema orientasi 3 × 3 untuk belajar. Pola ini tidak menetapkan fungsi bangunan atau hierarki ritual yang kaku bagi seluruh desa di Bali.